Return to site

Penjajahan Jepang di Indonesia

Latar Belakang Penjajahan Jepang di Indonesia : Embargo minyak bumi yang dikerjakan oleh Amerika Serikat pada Jepang membuat mereka ingin kuasai beberapa daerah di Asia Tenggara diantaranya Indonesia yang kaya sumber daya alam. Minyak bumi adalah sumber daya alam yang begitu diperlukan buat Jepang baik untuk kepentingan perang ataupun kepentingan industrinya. Untuk kuasai beberapa daerah Asia Tenggara Jepang mesti melawan sekaligus juga beberapa negara seperti Belanda, Inggris serta Amerika Serikat.

Panglima AL Jepang yaitu Admiral Yamamoto lalu merencanakan untuk lakukan dua operasi besar agar bisa kuasai lokasi Asia Tenggara. Serangan pertama diperuntukkan pada Amerika Serikat dengan mendadak di Pearl Harbor, kepulauan Hawai pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan pertama ini memakai kemampuan diantaranya 11 kapal perusak, 6 kapal induk, 1400 pesawat tempur.

Lalu operasi ke-2 dengan lakukan penyerangan pada daerah kekuasaan penjajah di Malaya/Singapura, Filipina serta Jawa. Pasukan yang dibawa adalah bekas dari AL tentara jepang serta pasukan Angkatan Darat, mencakup 11 Divisi Infantri, 7 resimen tank serta 800an pesawat tempur. Ke-2 operasi itu direncanakan tuntas dalam kurun waktu 150 hari.

Serangan Jepang di Pearl Harbor

Pada serangan di Pearl Harbor, pasukan penjajahan Jepang sukses menenggelamkan 2 kapal besar, dan sukses mengakibatkan kerusakan 6 kapal perang AS yang lain. Diluar itu, serangan ini pula sukses merusak beberapa ratus pesawat tempur, menewaskan lebih dari 2.300 serta beberapa ribu pasukan Amerika Serikat luka-luka.

Akan tetapi tujuan penting yaitu kapal Induk AS sukses selamat, perihal ini sebab saat serangan berjalan 3 kapal induk itu tidak ada di Pearl Harbor. Karena serangan Jepang pada Amerika, pada tanggal 8 Desember 1941, lewat kongres lalu AS mengatakan perang dengan Jepang.

Lalu serangan yang berlangsung di Pasifik terutamanya pada Hindia Belanda mempunyai tujuan untuk kuasai sumber minyak bumi yang ada. Sebab saat itu, Jepang begitu memerlukan supply minyak bumi yang banyak supaya bisa menjalankan perang dan menjadi supply buat industri-industri yang dipunyai Jepang sesudah berlangsung embargo.

Perang di lokasi ini sangat punya pengaruh pada kemerdekaan beberapa negara yang ada di lokasi Asia Timur termasuk juga Republik Indonesia. Itu beberapa peristiwa sebagai latar belakang riwayat penjajahan Jepang di Republik Indonesia.

Dalam upayanya untuk bangun satu imperium di Asia, Jepang meletuskan satu perang di Pasifik. Pada tanggal 8 Desember 1941 atau persisnya 5 jam sesudah serangan di Pearl Harbor, Gubernur Jenderal Hindia Belanda T. van S. Stachouwer mengatakan perang pada penjajah Jepang. Pada tanggal 11 Januari 1942 nyatanya pasukan Jepang sudah datang di Tarakan, Kalimantan Timur serta esok harinya tentara Belanda yang ada disana lalu menyerah.

Setelah itu pada tanggal 24 Januari 1942 sumber minyak bumi ke-2 sukses dikuasai Jepang yaitu di lokasi Balikpapan. Beberapa daerah setelah itu yang sukses dikuasai yakni Pontianak, Samarinda, Kotabangun serta Banjarmasin. Selain itu pada tanggal 14 Februari 1942 pasukan penerjun payung sukses datang di Palembang, Sumatera Selatan.

Dua hari lalu Palembang serta daerah sekelilingnya sukses dikuasai pasukan Jepang. Dengan jatuhnya Palembang yang disebut sumber minyak, jadi terbukalah Pulau Jawa buat pasukan Jepang. Perihal ini membuat pemerintah Hindia Belanda cemas serta selekasnya membuat satu pasukan komando kombinasi untuk menjaga Pulau Jawa.

Kemampuan yang dikerahkan Pemerintah Hindia Belanda mencakup 3 resimen infanteri Belanda, 3 Batalyon Australia dengan dua kompi pasukan berlapis baja, setelah itu satu kompi taruna akademi Militer Kerajaan serta Korps Pendidikan Perwira Cadangan.

Pasukan ini diletakkan di Jawa Barat serta mempunyai pekerjaan untuk mengawasi lokasi seputar Jawa barat supaya tidak jatuh ke tangan Jepang. Selain itu, kemampuan di Jawa Tengah mencakup 4 batalyon infanteri, sedang di Jawa Timur mencakup 3 batalyon pasukan pertolongan dari Indonesia serta satu batalyon marinir.

Kemampuan Jepang waktu Kuasai Lokasi Indonesia

Kemampuan Pasukan Serikat itu lalu bertemu dengan pasukan Jepang yang datang di Divisi ke 2 Jawa Barat serta Divisi ke 48 di Jawa Tengah, dekat dengan perbatasan Jawa Timur. Pengertian Startup Bisnis Pasukan Jepang yang dikerahkan di bawah komando Tentara Keenambelas yang di pimpin oleh Letnan Jenderal Hitosi Imamura.

Kemampuan invasi Jepang di Jawa tunjukkan jumlahnya yang semakin besar dibanding kemampuan pihak Serikat. Selain itu, Jepang mempunyai pertolongan hawa taktis. Demikian sebaliknya Belanda tidak memilikinya sebab kemampuan udaranya telah dihancurkan pada pertempuran-pertempuran awal mulanya.

Pertempuran-pertempuran di Jawa selesai dengan kemenangan pada pihak Jepang dalam tempo yang begitu singkat. Pertarungan paling akhir berlangsung di Bandung pada tanggal 7 maret 1942 serta kota bandung akan di bom bila Belanda tidak menyerah. Lalu lewat kesepakatan Kalijati, Belanda menyerah tiada prasyarat pada Jepang yang disetujui oleh Gubernur Jenderal ataupun Panglima Tentara Hindia Belanda.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly